Assalamu'alaikum Wr.Wb.. Selamat Datang di Website Kantor Urusan Agama Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen Melayani Dengan Hati - Bersih Dari Pungli - Setiap Pembayaran Kami Beri Kwitansi Welcome to The Office of Religious Affairs of Tanon District, Sragen Regency, Indonesia Serving Heartily - Free from Illegal Fees - A Receipt for Each Payment

Kamis, 21 November 2013

TITIK KRITIS HARAMNYA PRODUK MAKANAN


TITIK KRITIS HARAMNYA  PRODUK MAKANAN

            Berawal dari heboh lemak babi pada sejumlah produk makanan di pasaran, yaitu hasil penelitian Tri Susanto,  dosen Universitas Brawijaya bersama para mahasiswanya pada tahun 1988, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan kosmetik (LP POM MUI) akhirnya dibentuk. Saat itu masyarakat resah sebab belum ada otoritas yang menjamin kehalalan suatu produk.      Lembaga ini bertugas mengkaji secara ilmiah untuk menentukan ada tidaknya unsur-unsur yang diharamkan pada produk makanan, obat dan kosmetik. Untuk keperluan ini MUI menggandeng Institut Pertanian Bogor.
             Pada setiap penelitian dan pengkajian atau tahap verifikasi produk ada istilah titik kritis, yaitu suatu tahapan produksi di mana ada kemungkinan suatu produk menjadi haram. Misalnya pada produksi air minum dalam kemasan ada tahapan yang namanya karbonisasi. Proses pada tahap ini memakai bahan baku berupa arang. Karena arang itu  bisa dibuat dari kayu dan tulang maka perlu diteliti jenis arang yang dipergunakan. Apabila arang yang dipakai berasal dari tulang maka perlu diteliti tulang binatang apa ?, bila tulang babi atau binatang yang diharamkan lainnya maka produk airnya menjadi haram tetapi bila dari selain tulang maka titik kritis ini telah lulus uji. Tahap selanjutnya dipastikan tidak ada masalah. Lain halnya dengan bakso maka terdapat beberapa titik kritis; pertama daging yang dipakai untuk bahan baku. Bila daging dari binatang yang diharamkan maka tahap ini tidak lolos uji dan  bila daging binatang halal masih dilanjutkan bagaimana cara penyembelihannya. Kedua, peralatan untuk memasaknya harus tidak bercampur dengan barang yang haram dan najis. Ketiga, penyajiannya juga harus memakai mangkuk dan sendok yang suci. Lain lagi dengan permen. Makanan yang disukai anak-anak ini terbagi dua, keras dan lunak. Untuk yang jenis permen keras bahan bakunya hanya gula dan perisa tetapi untuk permen lunak ada lagi tambahan bahan untuk pengenyal yaitu gum dan gelatin.  Gum dibuat dari getah tumbuhan sehingga kehalalannya dijamin, akan tetapi gelatin dibuat dari hewan. Titik kritrisnya adalah dari hewan apa gelatin tersebut. Bila dari jenis hewan halal, pertanyaannya masih berlanjut bagaimana cara penyembelihannya.  Ada lagi  contoh yang lebih rumit yaitu mie instant, sebab titik kritis terdapat pada semua bahan yang dipergunakan.
a.             Tepung terigu
Saat ini tepung terigu diperkaya dengan vitamin sedangkan vitamin  sifatnya banyak yang tidak stabil sehingga harus dilapisi (coating). Salah satu bahan pelapis adalah gelatin yang bisa berasal dari babi. Selain itu sumber vitamin juga harus jelas apakah dari tumbuhan, hewan atau mikroorganisme.
b.            Bumbu dan pelengkap
Bumbu penyedap yang dipakai adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media microbial, yaitu media yang dipergunakan  untuk mengembangbiakkan  mikroorganisme  yang berfungsi memfermentasi  bahan baku vetsin. Sedangkan bahan penggurih mie instan adalah  HVP (Hidrolized vegetables exctract) dan yeast exctract. Kedua benda ini merupakan jenis protein yang dihidrolisasi  dengan asam klorida atau dengan enzim. Sumber enzim inilah yang harus diawasi apakah dari hewan, tumbuhan  atau mikroorganisme.
c.             Bahan penambah rasa
Penambah rasa atau flavour akan membuat mie instan memiliki rasa ayam, soto, kare, bakso atau barbeque. Titik kritisnya berada pada sumber flavour, bila berasal dari sapi masih harus ditanya bagaimana cara penyembelihannya.
d.            Minyak sayur
Walaupun namanya minyak sayur tetapi sumbernya bisa berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan. Bila demikian perlu juga ditanya hewan halal atau haram serta cara penyembelihannya?.
e.             Solid ingredient
Bahan ini berupa bahan pelengkap seperti bawang kriuk, cabe kering, suwiran ayam, sosis atau kacang. Titik kritisnya terletak pada hewan yang dipakai.
f.      Kecap dan sambal
Walaupun kecap itu berasal dari kedelai akan tetapi untuk menambah sedapnya ia bisa ditambah dengan MSG, flavour atau kaldu tulang. Sumber bahan tambahan itulah yang perlu diwaspadai. Adapun sambal bisa ditambah dengan emulsifier untuk menstabilkan campurannya yang juga berasal dari hewan.
            Makanan dan minuman baik yang pabrikan maupun diproduksi di rumah terdiri dari berbagai bahan, mulai dari bahan baku, perasa, pemanis, pengharum maupun pengawet. Bahan-bahan tersebut bisa berasal dari sintetik, tumbuhan atau hewan. Karena jenisnya sangat beragam dan modifikasinyapun terkadang sangat rumit maka dibutuhkan ahli bio-kimia yang bisa mendeteksi secara laboratories bahan-bahan dalam makanan. Babi misalnya, organ yang dapat dimanfaatkan ada tujuh yaitu daging, tulang, jeroan, lemak, kulit, bulu dan darah. Dari ketujuh organ tersebut dapat diturunkan bermacam-macam bahan makanan. Dari dagingnya bisa dibuat ham, sate, sosis, bakso, abon, bacon, pasta, burger, rending dan dendeng kering. Dari lemaknya bisa dibuat susu, minyak, pencampur tallow, kosmetik, penyedap, shortening, obat tablet, flavour, campuran sosis, mentega, campuran kue, roti, biscuit dan donat. Dari minyaknya masih bisa dipakai untuk membuat minyak goreng, pencampur minyak goreng, snack, kosmetik, mie, flavour dan kaldu. Belum lagi jeroan yang bisa diambil usus, pancreas, empedu, enzim dan paru-paru. Masing-masing komponen tersebut masih bisa diturunkan lagi menjadi ratusan bahan makan atau campuran makanan. Bahkan tulang yang bagi orang awam hanya direbus diambil kuahnya secara pabrikan bisa diambil karbon aktif, calsium, pospor dan gelatin. Dari calsium bisa dibuat pasta gigi dan susu. Sedangkan dari gelatin bisa dipakai untuk membuat jelly, pudding, pelembut, stabilizer, emulsifier, marsmallow, selai, kapsul obat dan vitamin. Lalu dari emulsifier bisa dipakai untuk membuat yoghurt, es krim dan mentega.

Titik kritis ayam potong
            Makan berlauk daging ayam merupakan hal biasa, bahkan dapat dinikmati oleh masyarakat miskin sekalipun. Hal ini akibat melimpahnya ayam potong di pasar dan harganyapun terjangkau. Akan tetapi kita sering menemukan daging ayam yang disembelih tidak sempurna. Lehernya hanya luka kecil disebelah kanan/kiri seperti hanya disayat. Rasulullah mengharamkan sembelihan seperti itu. Diriwayatkan oleh Hakim dan disahihkan Ibn Abas,  nabi saw. bersabda, “Janganlah makan syarithah sebab ia sembelihan syaitan”. Berkata Ibnu Mubarak, syarithah adalah keluarya ruh dari seekor binatang tanpa terputusnya kerongkongan.
            Sembelihan yang benar menurut fikih Islam adalah terputusnya tenggorokan (jalan nafas) dan kerongkongan (jalan makanan) sekaligus. Tersisa sedikit saja dari dua urat tersebut maka hewan sembelihan menjadi haram dimakan, demikian disebut dalam kitab i’anah Al Thalibin juz 2 hlm. 388.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar