SODAQOH SEBAGAI TOLAK BALAK
Kali lain, ketika ia selesai mengerjakan sebuah proyek bendungan tiba-tiba mendung bergelantung di mana-mana. Menurut perhitungannya bila turun hujan lebat maka bendungan yang baru selesai dikerjakan itu akan jebol dan ini berarti sebuah malapetaka baginya. Dalam kondisi tegang tersebut kawan tadi segera mencari anak-anak miskin kemudian ia bagikan kepada mereka uang duapuluh ribuan, sambil komat-kamit memanjatkan do’a ia menunggu apa yang akan terjadi. Dan ternyata Allah mengabulkan permohonannya. Hujan tak jadi turun dan bandungan yang baru dibangun itupun selamat.
Ketika ditanya tentang perilaku anehnya itu, kawan tadi menjawab, “ Aku telah berjual beli dengan Allah, aku beli apa yang dimiliki Allah dan Ia memberikan barangnya keapadaku. Allah yang memiliki kesehatan tapi pada saat yang sama ia perintahkan hambanya untuk menyantuni orang-orang miskin, maka aku beli yang ia tawarkan itu dan ia memberi anakku kesehatan. Lalu Allahlah yang menurunkan hujan kapan dan dimanapun Ia mau, lalu aku beli kemauan Allah tersebut dengan cara aku membagikan sebagian uangku kepada anak-anak miskin tersebut lalu Ia pun menahan hujan itu sehingga akupun tidak jadi bangkrut”.
Kalau dipakai hukum sebab akibat perilaku kawan tadi memang tidak rasional walapun ia setengah mati merasionalisasikan perbuatannya. Tetapi hidup ini memang ternyata tidak selamanya mesti rasional. Ada saat dimana keyakinan itu akan mengalahkan rasionalitas. Kawan tadi memiliki keyakinan yang kelewat kuat akan keterlibatan Allah dalam proses hidupnya. Yang ia tahu perilaku dermawan itu akan mendatangkan rahmat dari Allah maka ia lakukan sifat tersebut.
Banyak orang menyangkal logika aneh itu tetapi ia telah berkali-kali membuktikan dan ternyata benar. Ada landasan normatif yang ia pegangi yaitu sebuah hadist Nabi yang maknanya, “ Kasihilah apa saja yang ada di bumi maka kalian akan dikasihi zat yang ada di langit (Allah)”. Dalam tradisi Jawa juga ada pepatah, “ Pagar mangkok lebih kuat daripada pagar tembok”. Bila anda takut hartamu dijarah orang jangan hanya membangun pagar tembok yang berduri. Secara teknis memang pagar yang tinggi sulit ditembus pencuri tetapi akal pencuri seringkali lebih hebat dari pemilik rumah sehingga tetap saja pencurian tetap terjadi. Lain halnya bila anda suka bersedekah maka bukan hanya tetangga yang akan turut menjaga rumah anda tetapi Allah juga akan turut menjaganya.
Pada situasi di mana kebanyakan orang hanya mengandalkan keunggulan rasionalitas saat ini, nampaknya terobosan untuk menghadirkan sesuatu yang “aneh” perlu diujicobakan. Misalnya beberapa waktu lalu kita ditakutkan oleh wabah SARS yang mematikan, kita beli masker dan segala perlengkapan untuk menghindari penyakit itu. Tetapi adakah di antara kita yang mencoba berfikir “aneh” untuk selamat dari malapetaka SARS selain yang logis-logis tersebut ?, yaitu mencegahnya dengan memperbanyak bersedekah ?.Anda mungkin tidak percaya dengan langkah ini, tetapi percaya atau tidak anda boleh mencobanya. Wallahu ‘alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar